Seorang sufi yang bernama Suhrawardi pernah mengatakan kepada para muridnya, “jagalah dirimu seperti landak menjaga dirinya. Ia melindungi perutnya dengan merapat ke tanah dan melindungi punggungnya dengan duri-duri keras, sehingga bagian dalamnya terjaga dan bagian luarnya terlindungi. Minumlah pahitnya dunia agar kamu hidup sejahtera, dan cintailah kematian supaya kamu berumur panjang.”
Rasanya, disaat jatidiri insaniah sedang terancam kehancuran akibat berbagai serbuan krisis rohani dan jasmani, wasiat para pemuka kaum bijak ini layak dicamkan dengan seksama. Sebab, menurut Sigmund Freud, perilaku manusia adalah hasil interaksi Id, Ego, dan superego. Id, atau istilah agamanya adalah hawa nafsu, menyimpan dorongan-dorongan biologis, berupa libido yang merupakan insting reproduktif serta konstruktif, dan Thanatos yang bersifat agresif dan destruktif.
Celakanya, Id selalu ingin segera melampiaskan kebutuhanya, tanpa peduli bagaimana caranya, yang penting